Peran Benny Subianto dalam Kehidupan Sandiaga Uno
Sandiaga Uno, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia periode 2020–2024, pernah berbagi kisah tentang sosok penting dalam hidupnya, yaitu Benny Subianto. Benny, yang telah meninggal pada tahun 2017, dianggap sebagai mentor yang memberikan nilai-nilai penting dalam dunia investasi kepada Sandiaga.
Menurut data Forbes, Benny Subianto adalah tokoh korporasi senior yang memiliki peran besar dalam membangun Grup PT Astra International Tbk (ASII). Selama 26 tahun, ia menjabat sebagai direktur utama di dua perusahaan besar Astra, yakni Astra Agro dan United Tractors. Setelah itu, Benny mendirikan sejumlah perusahaan dan mengelolanya melalui holding Persada Capital Investama. Ia juga memiliki kepemilikan saham di perusahaan batu bara Adaro Energy.
Selain itu, Benny Subianto masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sebesar US$ 950 juta atau sekitar Rp 15,77 triliun pada November 2016. Ia juga dikenal sebagai orang Madura terkaya di dunia. Saat ini, putrinya, Arini Saraswati Subianto, menjadi perempuan terkaya di Indonesia.
Pembelajaran dari Benny Subianto
Dalam sebuah acara Meet The Leaders bertema “Entrepreneurship: Indonesia’s Springboard to Shared Prosperity and Global Relevance” di Universitas Paramadina, Jakarta, Sandiaga Uno mengungkapkan pengalamannya bersama Benny Subianto. Menurutnya, Benny dikenal sangat unggul dalam melihat peluang dan memilih mitra yang tepat untuk bekerja sama.
Benny memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca arah langkah para prime mover dalam jangka panjang, yaitu lima hingga sepuluh tahun mendatang. Ia juga pernah menitipkan dananya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) saat mengikuti proses penawaran untuk mengakuisisi salah satu anak usaha Indosat. Keduanya juga pernah berinvestasi bersama di beberapa perusahaan.
Salah satu hal penting yang diajarkan Benny kepada Sandiaga adalah bahwa investasi bukan hanya tentang profit atau mencari keuntungan semata. Menurut Sandiaga, Benny mengajarkan bahwa investasi sebenarnya adalah tentang mempercayai orang dan mitra. “Invest itu is not about profit. Is not about berbagi hasil. Is not about looking for cuan. But you invest in people. You invest in your partners,” ujar Sandiaga mengenang wejangan Benny.
Astra sebagai \”Universitas\” bagi Pengusaha Indonesia
Sandiaga Uno menilai Astra sebagai “universitas” bagi banyak pelaku bisnis di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa visi pendiri Astra, William Soeryadjaya, tidak hanya untuk menjadi perusahaan terbesar atau paling menguntungkan, tetapi lebih dari itu, yaitu menjadi aset bagi bangsa Indonesia.
“Bukan menjadi yang teruntung, bukan menjadi yang wah-wah-wah. Tapi visi Pak William waktu itu to be an asset of Indonesia. Simple. Enggak tuh bilang besar,” katanya.
Kini, Astra telah berkembang menjadi grup besar dengan sekitar 160 ribu karyawan dan bisnis di berbagai sektor. Sandiaga menyebut, sekitar 60% pemimpin di dunia usaha Indonesia merupakan lulusan “Universitas Astra Internasional”.
“Mulai dari Erick Thohir, ada Rosan Roeslani juga. Ya kalau dilihat tuh banyak banget ya. Arif Rachmat ada di situ. Jusuf Kalla itu juga lulusan dari Astra Internasional,” ujarnya.
Kesimpulan
Dari kisah Sandiaga Uno, kita dapat belajar bahwa investasi bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang membangun hubungan dan mempercayai orang. Benny Subianto adalah contoh nyata bagaimana seseorang bisa menjadi mentor yang berpengaruh dalam perjalanan karier seseorang. Dengan visi yang jelas dan kemampuan membaca peluang, Benny berhasil meninggalkan jejak yang kuat dalam dunia bisnis Indonesia.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.