Kisah Pendakian Kilimanjaro dan Kebebasan Tanzania

·

·

Gunung Kilimanjaro: Sejarah dan Keajaiban Alam

Gunung Kilimanjaro adalah sebuah gunung berapi raksasa yang tidak aktif atau stratovolcano yang sudah lama tidur. Berada di Tanzania, Afrika Timur, dan dekat dengan garis khatulistiwa, gunung ini merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia. Tingginya mencapai 4.600 meter jika diukur dari kaki gunung. Selain itu, Gunung Kilimanjaro memiliki tiga puncak utama, yaitu Puncak Uhuru di tepi kawah Kibo dengan ketinggian 5.895 meter, Puncak Mawenzi dengan ketinggian 5.149 meter, dan Shira dengan ketinggian 4.005 meter.

Suku utama yang tinggal di sekitar Gunung Kilimanjaro adalah Suku Chagga (Wachagga), yang merupakan suku Bantu dan kelompok etnis terbesar ketiga di Tanzania, serta Suku Maasai. Sebagai puncak tunggal tertinggi di Afrika, Gunung Kilimanjaro bukan hanya keajaiban geologi, tetapi juga saksi bisu sejarah panjang tentang pendakian yang ambisius dan penaklukan kolonial.

Asal-usul Nama Kilimanjaro

Asal-usul nama \”Kilimanjaro\” masih menjadi misteri dan perdebatan. Namun, teori yang paling populer mengatakan bahwa nama tersebut berasal dari gabungan dua kata. “Kilima” dalam bahasa Swahili berarti \”gunung\”, sedangkan “Njaro” dalam bahasa Chagga berarti \”putih\”. Jika digabungkan, maknanya adalah \”gunung putih\”, yang menggambarkan puncak-puncak pegunungan Kilimanjaro yang tertutup salju.

Digambarkan sebagai Pulau Salju di Langit

Gunung Kilimanjaro telah menjadi landmark penting dan terkenal di dunia sejak zaman kuno. Bagi para pedagang Arab dan Tiongkok, gunung ini merupakan \”mercusuar alami\” sebagai penanda geografis untuk membantu navigasi di wilayah yang luas. Ptolemeus, seorang polymath Yunani-Romawi pada abad pertama Masehi, menggambarkannya sebagai “pulau salju di langit”. Deskripsi ini diyakini sebagai referensi tertulis pertama oleh orang Eropa tentang gunung-gunung di Afrika Timur yang tertutup salju.

Upaya Pendakian Awal yang Ambisius dan Penuh Kegagalan

Upaya pendakian awal Gunung Kilimanjaro adalah kisah yang penuh kegagalan, tantangan, dan kegigihan. Pada tahun 1887, Pangeran Samuel Teleki dari Kekaisaran Austria-Hongaria melakukan upaya serius untuk mendaki gunung ini. Meskipun ambisius, ia terpaksa membatalkan pendakiannya karena masalah kesehatan. Kemudian Dr. Abbott, seorang naturalis Amerika, juga melakukan pendakian yang tidak kalah ambisius, namun harus berhenti karena sakit. Rekannya, Otto Ehlers, melanjutkan pendakian dan mengklaim telah mencapai ketinggian 5.904 meter, meskipun angka ini diragukan.

Menjadi Perebutan antara Jerman dan Inggris

Pada era perebutan Afrika, Gunung Kilimanjaro menjadi pusat perhatian dan perebutan antara kekuatan kolonial Jerman dan Inggris. Akhirnya, gunung ini menjadi bagian dari Protektorat Jerman pada tahun 1885. Frasa “Gunung tertinggi di Jerman!” menjadi ungkapan kebanggaan kolonial. Setelah Perang Dunia I, wilayah ini diserahkan kepada Inggris melalui mandat Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1916. Momen ini berlangsung hingga tahun 1961 ketika Tanzania merdeka.

Eksplorasi dan Pendakian Pertama yang Sukses

Akhirnya, Hans Meyer, seorang ahli geografi Jerman, menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan puncak Gunung Kilimanjaro. Bersama Ludwig Purtscheller, seorang pendaki Austria, dan Yohani Kinyala Lauwo, seorang pemandu lokal, mereka mencapai puncak tertinggi Kilimanjaro, yang dikenal sebagai Puncak Kibo, pada 6 Oktober 1889. Puncak ini kemudian dinamai “Kaiser-Wilhelm-Spitze” untuk menghormati Kaisar Jerman.

Kisah Pendakian yang Penuh Tantangan

Tantangan terbesar yang dihadapi Hans Meyer dalam pendakian Gunung Kilimanjaro bukan hanya kondisi alamnya, tetapi juga keterbatasan logistik dan kesulitan dengan peralatan yang diperlukan. Pada dua upaya pertamanya di tahun 1887 dan 1888, Meyer mendapati bahwa puncak Kibo ditutupi oleh es dan gletser yang sangat licin dan curam. Ia tidak memiliki peralatan pendakian gunung yang memadai, seperti es kapak atau sepatu khusus, untuk menembus lapisan es tebal yang sulit dilewati.

Puncak Kebebasan Tanzania

Ketika Tanzania merdeka pada tahun 1961, puncak gunung itu pun dinamai ulang menjadi Puncak Uhuru, yang berarti \”Puncak Kebebasan\” dalam bahasa Swahili. Ini dilakukan untuk menghapus jejak kekuasaan kolonial dan menjadikan Gunung Kilimanjaro sebagai lambang kedaulatan dan identitas nasional Tanzania. Gunung Kilimanjaro dengan keistimewaannya telah menjadi simbol identitas dan kebanggaan nasional bagi Tanzania.

Kisah Gunung Kilimanjaro adalah cerminan sejarah yang dinamis. Tidak hanya milik Tanzania, tetapi terjalin erat kisah-kisah kuno di dalamnya. Di balik semua narasi penaklukan, Gunung Kilimanjaro telah menginspirasi dan memotivasi banyak orang, serta mengajarkan kita bahwa prestasi terbesar selalu dimulai dengan keberanian untuk melangkah.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »