Kisah Pierre Tendean, Ajudan Nasution dalam Peristiwa G30S/PKI

·

·

Latar Belakang Pierre Tendean

Pierre Andries Tendean adalah salah satu pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Ia dikenal sebagai perwira TNI muda yang rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi Jenderal AH Nasution. Saat pasukan Cakrabirawa mencari Jenderal Nasution di kediamannya, Pierre dengan berani mengaku sebagai sang jenderal agar dapat melindunginya.

Pierre Tendean lahir pada 21 Februari 1939 di rumah sakit CBZ, yang sekarang menjadi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ayahnya, Dr AL Tendean, berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, sedangkan ibunya merupakan keturunan Belanda-Prancis. Nama \”Pierre\” diberikan kepadanya karena latar belakang keluarganya yang campuran.

Keturunan Prancis dan Minahasa



Pierre Tendean adalah satu-satunya anak laki-laki dari keluarga AL Tendean. Ia memiliki dua saudara kandung: kakak perempuan bernama Mitze Farre dan adik perempuan bernama Rooswidiati. Keluarga ini tinggal di Jakarta selama beberapa waktu, namun saat Pierre berumur setahun, ayahnya dipindahkan ke Tasikmalaya, Jawa Barat.

Setelah ayahnya jatuh sakit, keluarga pindah ke Sanatorium Rumah Sakit Cisarua. Di sana mereka tinggal dalam rumah sederhana, tetapi nyaman. Sang ibu rajin menanam bunga di halaman rumah, menciptakan suasana yang indah meskipun hidup mereka cukup sederhana.

Kehidupan Sederhana di Cisarua



Keluarga Tendean tinggal di Cisarua hingga akhirnya pindah ke Magelang menjelang kedatangan tentara Jepang. Di Magelang, AL Tendean menjabat sebagai Wakil Kepala Rumah Sakit Jiwa Keramat. Pierre Tendean melewati masa kanak-kanaknya di kota ini hingga menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya.

Di lingkungan yang sederhana, Pierre dikenal sebagai anak yang ramah dan suka menolong teman-temannya. Meski hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, ia tidak pernah membeda-bedakan orang lain. Ia juga sering membantu teman-temannya mencari siput di sawah saat libur sekolah, serta menanam tanaman seperti singkong dan sayuran di sekitar rumah untuk mengurangi beban keluarga.

Sifat Baik dan Tanggung Jawab



Pierre Tendean dikenal sebagai anak yang tekun dan rajin. Kakaknya, Mitze Farre, menyebutkan bahwa Pierre selalu hidup sederhana dan tidak manja, meskipun ia adalah satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga. Di sekitar rumahnya di Magelang terdapat sungai kecil yang sering ia gunakan untuk berenang. Meskipun orangtuanya melarangnya karena air yang kotor, Pierre tetap bermain di sungai tersebut.

Kemampuannya berenang akan menjadi keuntungan bagi dirinya nanti, ketika ia harus menghadapi pengejaran tentara Inggris saat menjalankan misi intelijen di Malaysia. Dari usia muda, Pierre telah menunjukkan sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Ia tidak hanya peduli pada keluarganya sendiri, tetapi juga pada masyarakat luas, bahkan saat masa penjajahan Jepang dan revolusi kemerdekaan.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »