Doa Buka Puasa Senin Kamis dan Keutamaan Menyegerakan Berbuka
Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan kumpulan doa Buka Puasa Senin Kamis yang sering dibaca oleh umat Islam. Terdapat dua versi doa yang umum diketahui, yaitu dalam bahasa Arab disertai dengan terjemahan dan bacaan dalam huruf Latin. Hari ini, 2 Oktober 2025, bertepatan dengan hari Kamis di bulan Rabiul Akhir 1447 Hijriyah. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Senin Kamis.
Puasa Senin Kamis merupakan bentuk kebiasaan sunnah yang dilakukan oleh banyak umat Muslim. Selama berpuasa, mereka menahan diri dari makan dan minum pada siang hari, lalu berbuka pada malam hari setelah adzan maghrib berkumandang. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa doa berbuka puasa lebih tepat dibaca saat waktu adzan berkumandang atau saat waktu berbuka tiba.
Dalam hadist riwayat At-Tirmidzi nomor 2357, disebutkan bahwa:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
\’Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah\’
Artinya: \”Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki).\”
Dari hadist tersebut, terdapat dua pendapat tentang cara membaca doa berbuka puasa. Pendapat pertama menyatakan bahwa sebaiknya minum terlebih dahulu, lalu membaca doa. Sementara itu, pendapat kedua menyatakan bahwa doa dibaca sebelum minum dan makan sebagai jaminan ketenangan yang diberikan oleh Allah SWT.
Meski ada dua pendapat, Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dipertentangkan. Yang penting adalah membaca doa tersebut, baik sebelum maupun sesudah berbuka. Doa tersebut juga dianggap sebagai doa pengantar, karena bagi umat Islam yang berpuasa hendaknya memperbanyak doa.
Berdasarkan hadist shahih, terdapat tiga golongan yang sulit ditolak doanya, salah satunya adalah orang yang berpuasa. Saat berbuka, waktu tersebut menjadi saat mustajab untuk berdoa. Ada dua pahala yang didapat oleh orang berpuasa, yaitu mengabulkan doa yang dimohonkan dan mendapatkan pahala puasa di akhirat.
Doa berbuka puasa dalam bahasa Arab adalah:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Artinya: \”Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.\”
Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa
Menyegerakan berbuka puasa memiliki beberapa keutamaan yang disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW:
Dicintai Allah
Orang yang menyegerakan berbuka puasa dicintai Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: \”يَقُولُ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ: إِنَّ أَحَبَّ عِبَادِي إِلِيَّ أعجلُهم فِطْرًا\”.
Artinya: \”Sesungguhnya orang yang paling Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku ialah orang yang paling segera berbuka.\”Berada dalam Kebaikan
Keutamaan kedua menyegerakan berbuka puasa adalah orang tersebut berada dalam kebaikan. Dalam hadits diriwayatkan dari Sahl ibnu Sa\’d As-Sa\’idi r.a., disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
\”لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ\”
Artinya: \”Orang-orang masih tetap dalam keadaan baik selagi mereka menyegerakan berbuka.\” (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).Mengikuti Sunnah Nabi SAW
Keutamaan berikutnya adalah mengikuti sunnah Rasulullah SAW meski hanya dengan minum air. Dari Anas RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat. Bila tidak ada maka dengan kurma. Bila tidak ada maka dengan minum air. (HR Abu Daud, Hakim dan Tirmizy)
Kesimpulan dari hadist di atas adalah bahwa melambatkan buka puasa termasuk boleh dilakukan namun sebaiknya dihindari jika tanpa sebab. Karena melambatkan buka puasa membuat pelakunya menjadi rugi yakni tidak dicintai Allah SWT, berada dalam keburukan, dan tidak mengikuti sunnah Nabi SAW.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.