Pentingnya Menabung dan Investasi Emas dalam Kehidupuan Sehari-hari
Menabung adalah kegiatan yang sering kali dianggap remeh, namun sebenarnya memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku finansial seseorang. Bagaimana tidak, dari kecil kita diajarkan oleh orang tua, kakek, nenek, atau kerabat lainnya untuk menyisihkan uang jajan atau uang saku dengan pesan “Jangan lupa sisanya ditabung.” Pesan ini bukan sekadar nasihat biasa, melainkan cara mengajarkan pentingnya berinvestasi.
Seiring perkembangan zaman, banyak orang dewasa kini juga memberikan pesan serupa kepada anak-anak mereka, baik itu anak kandung, keponakan, atau cucu. Bahkan bagi para remaja yang masih menerima “angpao” dari kerabat, pesan “Ditabung, sisanya” tetap menjadi bagian dari tradisi. Dengan demikian, menabung tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga cara mengajarkan disiplin dan tanggung jawab terhadap keuangan.
Menabung bukan sekadar hidup hemat dengan slogan “sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.” Lebih dari itu, menabung merupakan bentuk investasi dengan risiko rendah. Berbeda dengan investasi lain seperti properti, saham, atau forex yang memiliki potensi untung besar namun juga tinggi risikonya. Dalam dunia finansial, menabung bisa dibilang sebagai langkah awal untuk membangun fondasi keuangan yang stabil.
Tidak sedikit orang saat ini tertarik pada investasi mata uang digital seperti Bitcoin, Ethereum, atau Solana. Meski menawarkan keuntungan cepat dan besar, investasi ini termasuk high risk, high gain. Risiko kerugian bisa sangat besar jika tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, menabung uang memiliki keuntungan yang lebih stabil, meskipun tidak begitu besar. Namun, tidak berarti tanpa risiko. Contohnya, ketika terjadi krisis moneter seperti tahun 1997-1998, nilai rupiah turun drastis terhadap mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat. Pada masa itu, harga barang-barang impor meningkat tajam, banyak perusahaan tutup, dan terjadi PHK yang masif.
Di tahun 1972, pemerintah juga pernah melakukan kebijakan devaluasi nilai rupiah terhadap dolar. Keputusan ini memicu gejolak ekonomi yang sulit dikendalikan. Saat ini, informasi mudah diperoleh melalui ponsel, namun tidak semua orang mampu memanfaatkannya secara bijak. Banyak orang malah panik karena kurangnya pemahaman terhadap informasi yang diterima.
Dari pengalaman tersebut, menabung menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran akan pentingnya investasi. Menabung mengajarkan kesabaran, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, seperti hoaks atau berita palsu. Selain itu, menabung juga membantu menghindari konsumsi berlebihan yang sering kali dipicu oleh iklan atau promosi di media sosial.
Salah satu alternatif investasi yang semakin diminati adalah menabung emas di Pegadaian. Ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melindungi nilai uang dari inflasi dan fluktuasi ekonomi. Tabungan Emas Pegadaian menawarkan beberapa manfaat:
- Stabilitas harga: Harga emas cenderung stabil dan naik dalam jangka panjang. Misalnya, harga emas Antam pada tanggal 30 Mei 2025 berkisar Rp 1.900.000 per gram, dan pada akhir bulan September 2025 mencapai Rp 2.234.000 per gram.
- Investasi murah: Nasabah dapat membeli emas mulai dari 0,01 gram. Dengan harga saat ini, biaya pembelian hanya Rp 22.340.
- Cicilan mudah: Pembelian emas bisa dilakukan secara cicilan, baik melalui aplikasi online maupun langsung ke kantor cabang Pegadaian.
- Keamanan emas: Emas batangan yang diperdagangkan di Pegadaian adalah emas 24 karat bersertifikat, sehingga aman dan dapat dipercaya.
- Layanan cepat: Nasabah dapat menjual, menggadaikan, atau mencairkan emas menjadi uang tunai dengan cepat.
- Perlindungan dari inflasi: Emas umumnya naik nilainya saat inflasi meningkat, membuatnya menjadi investasi yang aman.
Pegadaian juga terus berupaya memperkuat daya tahan masyarakat dan perekonomian Indonesia melalui berbagai produk seperti Tabungan Emas dan Cicil Emas. Kehadiran Tabungan Emas Pegadaian menjadi bagian dari proses mengEMASkan Indonesia, yang tidak hanya terwujud dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan aksi nyata dari seluruh masyarakat.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.