Perbedaan Perilaku antara Generasi Z dan Baby Boomer
Setiap generasi memiliki standar dan etiket sosialnya sendiri, terutama dalam ruang publik yang ramai. Perbedaan ini sering kali memicu kejutan. Beberapa kebiasaan yang dianggap normal oleh Baby Boomer justru terasa sangat asing bagi Generasi Z.
Berikut delapan perilaku spesifik yang menyoroti kesenjangan budaya ini. Perilaku-perilaku ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap privasi, efisiensi, dan etiket modern. Mari kita cermati delapan kebiasaan yang membuat Gen Z tercengang.
1. Menulis Cek Sungguhan di Kasir Toko
Bagi Gen Z, menggunakan cek di kasir sama saja dengan menggunakan jam matahari di era ponsel pintar. Mereka menganggap cara pembayaran ini sangat memakan waktu. Mereka melihat proses ini sebagai bentuk penolakan terhadap efisiensi digital. Bagi mereka, metode pembayaran digital lebih cepat dan praktis.
2. Berbicara Speakerphone dengan Volume Penuh di Tempat Umum
Tidak ada yang membuat Gen Z terkejut secepat melihat Boomer mengubah kafe menjadi ruang konferensi pribadi. Mereka akan berbicara dengan volume maksimal mengenai masalah pribadi, sehingga semua orang ikut mendengarkan. Gen Z menganggap privasi sebagai standar kesopanan. Mereka merasa tidak nyaman ketika orang lain mendengar percakapan pribadi mereka.
3. Langsung Meminta Bertemu Manajer sebagai Pilihan Pertama
Boomer menggunakan frasa \”Saya ingin berbicara dengan manajer Anda\” sebagai langkah awal, bukan pilihan terakhir. Ketidaknyamanan sekecil apa pun segera dibawa ke tingkat manajemen. Gen Z melihat ini sebagai eskalasi yang tidak proporsional dan tidak perlu. Mereka lebih suka menyelesaikan masalah secara langsung tanpa perlu melibatkan pihak ketiga.
4. Mengomentari Penampilan Orang Asing
Mereka memberikan komentar yang tidak diminta tentang penampilan orang lain, seperti tentang warna rambut atau senyum seseorang. Boomer tampaknya tidak menyadari bahwa Gen Z menganggap mengkritik penampilan orang lain adalah melanggar batas. Mereka percaya penampilan seseorang bukanlah milik publik. Gen Z lebih menghargai privasi dan tidak suka diberi komentar tidak diinginkan.
5. Menyentuh Produk dengan Seluruh Tangan Saat Berbelanja
Proses inspeksi buah-buahan dan sayuran yang dilakukan Boomer terasa berlebihan dan jorok bagi Gen Z. Mereka akan meremas alpukat atau memutar setiap apel seperti sedang memeriksa berlian. Gen Z yang biasa membeli segala sesuatu yang sudah dikemas menganggap ini tidak higienis. Mereka lebih memilih produk yang sudah siap pakai tanpa harus menyentuhnya secara langsung.
6. Mencetak Surel dan Petunjuk Arah MapQuest
Frasa \”biar saya cetak dulu\” adalah ungkapan Boomer paling klasik dan sering diucapkan. Mereka mencetak surel untuk dibaca atau arahan jalan padahal sudah ada GPS di ponsel. Mencetak terasa nyata dan terjamin bagi mereka, sementara bagi Gen Z ini pemborosan. Mereka lebih memilih menggunakan layanan digital yang lebih efisien dan hemat.
7. Berbagi Kisah Pribadi kepada Petugas Layanan
Boomer menganggap interaksi layanan pelanggan sebagai kesempatan untuk berbagi kisah hidup secara mendalam. Mereka menceritakan detail pribadi kepada kasir atau barista yang sibuk. Gen Z yang menghargai waktu pelayanan akan merasa cemas karena prosesnya menjadi lambat. Mereka lebih suka interaksi yang singkat dan efisien.
8. Mengambil Foto Menggunakan iPad
Mengambil foto di tempat wisata menggunakan tablet berukuran besar sangat mengejutkan bagi Gen Z. Ukuran layar yang besar dan cara mereka berusaha membingkai foto sering kali terlihat canggung. Ini adalah pertunjukan nyata tentang kesenjangan dalam adopsi teknologi. Gen Z lebih terbiasa menggunakan ponsel untuk mengambil foto karena lebih praktis dan portabel.
Perbedaan perilaku ini sebenarnya menyoroti bentrokan antara nilai-nilai privasi dan keakraban sosial. Boomer tumbuh di dunia yang kurang mengandalkan teknologi. Oleh karena itu, bagi mereka percakapan tatap muka adalah koneksi. Sebaliknya, Gen Z menghargai efisiensi dan privasi digital di atas segalanya. Memahami kesenjangan ini membantu kita menerima bahwa setiap generasi memiliki standar publiknya masing-masing.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.