Manfaat Minum Air Putih yang Cukup
Minum air putih secara cukup sangat baik untuk kesehatan. Tidak hanya membantu mencegah dehidrasi, tetapi juga melancarkan proses pencernaan dan menjaga fungsi organ seperti ginjal dan hati agar bekerja dengan optimal. Selain itu, air putih juga berperan dalam menjaga kesehatan sendi dan tulang, serta meningkatkan fungsi otak seperti daya ingat dan konsentrasi.
Air putih juga memberikan manfaat bagi kulit dengan membuatnya lebih sehat dan lembap. Selain itu, air putih dapat membantu mengontrol berat badan dan memfasilitasi penyerapan vitamin oleh tubuh. Bahkan, air putih berperan dalam mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
Meskipun tidak mengandung vitamin, air putih mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti natrium, kalium, magnesium, kalsium, seng, dan selenium. Kadar mineral ini bisa bervariasi tergantung pada sumber airnya. Natrium klorida atau garam juga bisa ditemukan dalam air mineral.
Proses pembentukan garam dalam air terjadi dari deposit mineral alami di kerak bumi saat air hujan mengalir melalui tanah dan batuan. Sumber lainnya bisa berasal dari aktivitas manusia, seperti penggunaan garam jalan, pupuk, limbah industri, atau intrusi air asin di daerah pesisir yang bercampur dengan air tanah.
Batas Wajar Kadar Garam dalam Air Minum
Bagaimana mengetahui kadar garam dalam air minum masih dalam batas wajar? Meskipun tidak ada standar air minum untuk natrium secara umum, Departemen Kesehatan Negara Bagian New York merekomendasikan kadar natrium dalam air tidak melebihi 20 miligram per liter untuk orang-orang dengan diet rendah natrium, dan 270 mg per liter untuk orang-orang dengan diet natrium yang cukup dibatasi.
Natrium dalam air minum bisa menjadi masalah serius jika seseorang memiliki kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, ginjal, atau hati tertentu. Standar air minum untuk klorida adalah kadar maksimum 250 mg per liter. Standar ini didasarkan pada pertimbangan rasa, bukan masalah kesehatan. Rasa garam dalam air minum bisa bervariasi bergantung pada individu. Faktor lain, seperti suhu air, juga dapat memengaruhi rasa.
Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar garam secara pasti adalah dengan melakukan pengujian air.
Rekomendasi Asupan Garam untuk Orang Dewasa
Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan RI, asupan garam yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah kurang dari 5 gram per hari (sekitar 1 sendok teh) atau setara dengan 2.000 mg natrium per hari. Asupan garam 5 gram per hari bisa diperoleh dari makanan dan minuman untuk memastikan keseimbangan cairan tubuh dan mencegah tekanan darah tinggi.
Artinya, kandungan garam dalam air minum masih dalam batas aman untuk dikonsumsi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah label pada makanan seperti mi instan, makanan ringan, yang mungkin mengandung garam tinggi. Kelebihan garam dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Termasuk mengganggu fungsi ginjal, menyebabkan bengkak dan dehidrasi, melemahkan tulang, hingga meningkatkan risiko kanker lambung.
Tips Mengelola Konsumsi Garam
- Periksa label kemasan makanan untuk mengetahui kandungan garam.
- Kurangi penggunaan garam dalam masakan.
- Pilih makanan segar daripada makanan olahan yang biasanya mengandung garam tinggi.
- Jika memungkinkan, lakukan uji kualitas air secara berkala untuk memastikan kadar garam tetap dalam batas aman.
- Konsultasikan dengan ahli gizi jika memiliki kondisi medis tertentu yang membatasi konsumsi garam.
Dengan memperhatikan kadar garam dalam air minum dan makanan, kita dapat menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mencegah risiko gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat konsumsi garam berlebihan.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.