Khutbah Jumat: Rahasia Keluarga Harmonis
Khutbah Jumat memiliki peran penting dalam kehidupan beragama umat Islam. Salah satu rukun dalam shalat Jumat adalah penyampaian khutbah oleh khatib. Dalam hadits riwayat Muslim dan Ahmad, Nabi Muhammad ﷺ bersabda: \”Sesungguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik.\” Hadits ini menunjukkan bahwa khutbah tidak boleh terlalu panjang agar jemaah tidak bosan.
Dalam khutbah kali ini, ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah akan membahas tema dengan judul \”Rahasia Keluarga Harmonis\”.
Khutbah Pertama
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita jalan menuju perdamaian dan memahami syariat Nabi Muhammad ﷺ. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang Maha Esa tanpa sekutu. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari akhir.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah. Pada kesempatan ini, Alfaqir mengajak kepada semua hadirin, termasuk diri saya sendiri, untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Keluarga yang harmonis menjadi impian setiap orang. Pembentukan keluarga dimulai dari pernikahan hingga lahirnya keturunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur\’an:
\”Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)\” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 49).
Keharmonisan dalam keluarga bukanlah hal yang tercipta secara otomatis, melainkan hasil dari ikhtiar yang dilakukan. Kebahagiaan bisa diperoleh melalui nafkah yang cukup, kemudahan dalam melakukan kebaikan, serta pemecahan masalah di tengah keluarga. Selain itu, hati yang selalu tergerak untuk menjalankan kewajiban sesuai syariat, serta kemudahan membantu orang-orang yang membutuhkan.
Ibnu Katsir menegaskan bahwa mawaddah (kasih sayang) dan raḥmah (rahmat) adalah dua unsur penting dalam menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga. Hal ini bisa tercapai melalui ikatan pernikahan yang sah secara agama.
Suami sebagai imam bagi istri dan anak-anaknya harus menjadi teladan. Nabi Muhammad ﷺ dikenal sebagai sosok yang penuh perhatian terhadap keluarganya meskipun ia sangat sibuk dalam aktivitasnya. Beliau mengurus pemerintahan, memimpin pasukan, dan mendakwahkan Islam, tetapi tetap menjadi pelindung dan lemah lembut terhadap keluarganya.
Mari kita berupaya untuk meneladani Nabi Muhammad dalam merawat keluarga. Sempatkan waktu bersama keluarga, meski hanya dalam waktu singkat. Manfaatkan waktu tersebut untuk berkumpul, bermain, berdiskusi, atau makan bersama.
Selain itu, kita juga perlu saling mengingatkan dan memperkuat keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. Ajak keluarga untuk beribadah bersama, shalat berjamaah, serta membantu orang-orang di sekitar yang membutuhkan.
Khutbah Kedua
Segala puji bagi Allah atas anugerah-Nya dan kesempatan untuk memahami ajaran-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang Maha Esa. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari akhir.
Ya Allah, berilah kami dan para jamaah keberkahan dalam membaca Al-Qur\’an. Berilah manfaat bagi kami dari ayat-ayat-Nya dan perkataan bijak-Nya. Terimalah tilawah kami dan kalian dari-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Aku memohon ampunan kepada Allah, baik untuk diriku maupun untuk kalian, serta bagi seluruh kaum Muslimin dan Muslimat. Semoga mereka termasuk dalam golongan yang memohon ampunan dan berhasil dalam hidupnya.
Ya Allah, limpahkan kekuatan bagi Islam dan umat Muslim. Hancurkan segala bentuk syirik dan musuh-musuh agama. Bantulah mereka yang berjuang untuk agama-Mu dan tinggalkan mereka yang mengkhianati Muslimin. Hancurkan musuh-musuh agama dan tegakkan firman-Mu hingga hari akhir.
Ya Allah, jauhkanlah bencana, wabah, gempa bumi, fitnah, dan segala bentuk kesulitan dari negeri Indonesia khususnya dan seluruh dunia Muslim umumnya. Ya Tuhan semesta alam, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, serta lindungi kami dari azab neraka.
Ya Allah, kami telah berdosa terhadap diri sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, maka pasti kami termasuk orang-orang yang rugi. Hai hamba-hamba Allah! Sesungguhnya Allah menyuruh kita untuk berlaku adil, berbuat baik, memberi kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, mungkar, dan aniaya. Ia memberi peringatan agar kita ingat. Ingatlah Allah yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingatmu, dan bersyukurlah atas nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkan nikmat-Nya. Dan ingatlah Allah, sesungguhnya ingatan kepada-Nya adalah yang terbesar.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.