Nokia 770: Tablet Jadul yang Kalah dari iPad

·

·

Sejarah yang Terlupakan: Nokia 770 Internet Tablet

Ketika berbicara tentang tablet, kebanyakan orang langsung mengingat iPad. Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2010, iPad menjadi ikon yang mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi. Namun, yang jarang diketahui adalah bahwa sebelum Apple meluncurkan iPad, Nokia sudah lebih dulu mencoba peruntungan di pasar tablet.

Nama perangkat tersebut adalah Nokia 770 Internet Tablet, yang diluncurkan pada tahun 2005. Hal ini cukup mengejutkan, terlebih jika melihat fitur-fiturnya. Ternyata, Nokia telah membawa konsep tablet modern jauh sebelum dunia benar-benar siap menerima teknologi ini.

Lahirnya Nokia 770 – Si Tablet Visioner

Nokia 770 muncul di era saat ponsel masih didominasi oleh layar kecil dan keyboard fisik. Kehadiran tablet dengan layar lebar terasa sangat futuristik. Nokia merancangnya dengan layar sentuh 4,1 inci beresolusi 800 x 480 piksel, yang di masa itu tergolong tajam.

Perangkat ini dilengkapi sistem operasi Maemo 1.0, berbasis Linux, yang dirancang khusus untuk pengalaman internet. Fungsinya fokus pada browsing, email, streaming, dan multimedia ringan.

Bayangkan, hanya pada tahun 2005, Nokia sudah menyediakan tablet dengan WiFi untuk terhubung ke internet tanpa kabel. Bahkan, ada slot kartu memori RS-MMC untuk ekspansi penyimpanan.

Fitur Keren yang Bikin Kagum di Masanya

Jika dilihat lagi, fitur Nokia 770 cukup visioner:

  • Layar sentuh tajam – meski masih menggunakan stylus, tampilannya mirip dengan tablet modern.
  • WiFi bawaan – membuat browsing lebih bebas, tanpa ribet kabel atau modem tambahan.
  • Browser internet – bisa membuka website, meskipun terbatas oleh kecepatan zaman itu.
  • Multimedia player – bisa memutar musik dan video sederhana.
  • OS Linux (Maemo) – fleksibel dan terbuka untuk pengembang.

Intinya, Nokia 770 bukan sekadar gadget gaya-gayaan. Perangkat ini benar-benar membawa konsep “internet di genggaman” yang baru booming beberapa tahun kemudian.

Kenapa Nokia 770 Gagal Populer?

Meskipun terlihat keren, kenyataannya Nokia 770 gagal menembus pasar. Ada beberapa alasan utama:

  • Ekosistem belum siap – aplikasi masih minim, padahal pengguna butuh lebih dari sekadar browser dan media player.
  • Harga mahal – di masanya, harga sekitar USD 350 bukan angka kecil.
  • Koneksi internet terbatas – WiFi belum secepat dan semenyebar sekarang, jadi orang belum merasa butuh.
  • Pengalaman pengguna kurang mulus – hardware masih terbatas, browsing jadi lambat, multitasking terasa berat.

Jadi meskipun idenya brilian, timing Nokia kurang pas. Dunia belum siap menerima tablet.

iPad Mengubah Segalanya

Lima tahun setelah Nokia 770 lahir, Apple merilis iPad pada 2010. Bedanya, saat itu internet sudah lebih cepat, aplikasi mobile sudah matang, dan pengguna mulai terbiasa dengan layar sentuh lewat iPhone.

Ekosistem App Store juga menjadi kunci. Apple berhasil membuat iPad bukan cuma alat browsing, tapi juga perangkat produktif dan hiburan yang lengkap. Di titik inilah tablet benar-benar meledak popularitasnya.

Sayangnya, Nokia keburu mundur dan melewatkan kesempatan emas.

Bayangkan Kalau Nokia 770 Lahir di Waktu yang Tepat…

Coba bayangkan jika Nokia merilis 770 di era 2010-an, saat internet cepat sudah ada dan aplikasi mobile sudah ramai. Bisa jadi sejarah tablet berbeda, dan nama besar Nokia tetap bertahan sebagai pelopor.

Tapi ya, begitulah dunia teknologi: siapa yang datang lebih dulu belum tentu jadi pemenang, yang penting datang di waktu yang tepat.

Nokia 770 Internet Tablet adalah bukti bahwa Nokia sebenarnya visioner. Mereka sudah memikirkan konsep tablet jauh sebelum Apple. Sayangnya, produk ini terlalu cepat untuk zamannya, sehingga gagal populer. Baru setelah iPad hadir, dunia benar-benar siap menerima kehadiran tablet.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »