Timnas Afrika Selatan Dihukum oleh FIFA
Timnas Afrika Selatan resmi terkena pengurangan 3 poin dari FIFA dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat, yaitu Teboho Mokoena. Keputusan ini diambil setelah komite disiplin FIFA menyatakan bahwa Afrika Selatan bersalah karena memainkan Mokoena dalam kemenangan kandang 2-0 atas Lesotho pada Maret lalu.
Gelandang berusia 28 tahun itu seharusnya tidak boleh bermain dalam pertandingan tersebut karena telah dua kali menerima kartu kuning pada laga sebelumnya Grup C. Dengan hukuman ini, sesuai dengan Kode Disiplin FIFA, Lesotho secara otomatis diganjar kemenangan 3-0 dalam pertandingan tersebut.
Selain hukuman poin, Afrika Selatan juga didenda sebesar 10.000 Franc Swiss atau setara Rp208.549.000. Sementara itu, Teboho Mokoena hanya diberi peringatan. Hukuman ini memberikan manfaat besar bagi Benin, yang naik setingkat menggusur Afrika Selatan untuk memuncaki klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika.
Benin dan Afrika Selatan sama-sama mengoleksi 14 poin, tetapi Benin unggul selisih gol (+4 berbanding +3). Nigeria dan Rwanda tertinggal 3 poin dari kedua tim tersebut. Hanya juara grup yang lolos langsung ke Piala Dunia, sementara runner-up masih memiliki peluang melalui proses play-off yang sulit.
Penentuan siapa yang lolos ke Amerika Serikat-Meksiko-Kanada akan mulai ditentukan pada 10 Oktober mendatang. Di Grup C ini, Zimbabwe sudah tak memiliki peluang lolos dari jalur play-off sekalipun dan akan melakoni laga itu di kandang Afrika Selatan karena tidak ada stadion di negerinya yang memenuhi syarat FIFA.
Pertandingan kunci terakhir pada 14 Oktober akan mempertemukan Afrika Selatan dengan Rwanda, sementara Benin akan bertandang ke negara tetangga Nigeria.
Afrika Selatan Malu
Kehilangan 3 poin merupakan hal yang sangat memalukan bagi Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan. Terlebih lagi pelatihnya, Hugo Broos, telah mengakui dengan menyatakan, \”Kami melakukan sesuatu yang buruk, kami melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kami lakukan.\”
Namun, penanganan FIFA terhadap masalah ini menuai kritik keras karena badan sepak bola dunia tersebut membutuhkan waktu hampir tujuh bulan untuk menyelesaikan masalah rutin ini, seolah-olah mengulur waktu. Negara-negara lain tidak mengadakan sidang disiplin sebelum putaran terakhir kualifikasi Piala Dunia pada Oktober mendatang, yang memicu kemarahan Benin, Nigeria, dan Rwanda.
\”Tidaklah normal jika kami tidak mengetahui situasi poin di klasemen sebelum pertandingan kami (bulan lalu),\” kata Pelatih Benin Gernot Rohr. FIFA enggan menanggapi beberapa pertanyaan negara-negara itu sejak Maret lalu tentang kemungkinan sanksi bagi Afrika Selatan, sehingga masalah tersebut menggantung sampai awal bulan ini ketika badan tersebut mengumumkan akan membuka penyelidikan.
Aturan FIFA menyatakan, \”Jika seseorang menerima peringatan (kartu kuning) dalam dua pertandingan terpisah di kompetisi FIFA yang sama, dia secara otomatis diskors dari pertandingan berikutnya di kompetisi tersebut.\” \”Jika sebuah tim menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi (karena skorsing, masalah registrasi, kewarganegaraan, dll), maka pertandingan tersebut secara otomatis dibatalkan.\” \”Hasil standarnya adalah kekalahan 3-0, kecuali jika hasil sebenarnya lebih merugikan tim yang melakukan pelanggaran.\”
Ini bukan pertama kalinya sebuah negara dikurangi poinnya karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat di kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Pada kualifikasi 2018, FIFA menganugerahkan kemenangan 3-0 kepada Aljazair karena Nigeria menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat, Shehu Abdullahi, setelah pertandingan mereka berakhir imbang 1-1. Menjelang putaran final 2014 di Brasil, Tanjung Verde kehilangan tempat di babak play-off setelah memainkan Fernando Varela dalam kemenangan mengejutkan mereka di fase grup melawan Tunisia. Varela masih terkena sanksi larangan bertanding, sehingga Tunisia yang lolos ke babak play-off, bukan Tunisia.
Kasus Timnas Malaysia
Apakah sanksi pengurangan poin dan kekalahan 0-3 seperti dialami Afrika Selatan itu akan merembet ke Timnas Malaysia? Sebagaimana diketahui, Malaysia baru saja dijatuhi sanksi berat oleh FIFA karena menurunkan tujuh pemain naturalisasi yang tidak memenuhi syarat. Komite Disiplin FIFA menuduh asosiasi sepak bola negara itu (FAM) dan ketujuh pemain naturalisasinya melakukan pemalsuan dokumen untuk bisa membela Timnas Malaysia.
Ketujuh pemain itu ialah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. FAM didenda 350.000 Franc Swiss atau setara Rp7.314.272.000, sementara masing-masing pemain itu didenda 2.000 atau setara Rp41.795.840 dan dijatuhi hukuman larangan tampil selama 12 bulan dalam semua kegiatan terkait sepak bola. Ketujuh pemain naturalisasi itu berperan sangat signifikan untuk kemenangan telak Timnas Malaysia 4-0 atas Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 10 Juni lalu.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.