Penutupan Pemerangku Federal AS Mengancam Stabilitas Sistem Penerbangan
Penutupan pemerintahan federal di Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada 30 September 2025 mengakibatkan sejumlah besar pekerja di bawah Departemen Transportasi AS (DOT) harus diberhentikan sementara. Salah satu lembaga yang terdampak adalah Federal Aviation Administration (FAA), yang mengumumkan akan merumahkan 11.322 pekerja. Keputusan ini diambil setelah anggota parlemen dan Presiden AS, Donald Trump, tidak menyetujui anggaran negara. Hal ini terjadi setelah Partai Demokrat meminta kenaikan anggaran untuk layanan kesehatan.
Penutupan ini menjadi yang pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, penutupan terjadi pada Januari 2019, yang berdampak pada berbagai layanan pemerintah dan institusi.
Pekerja ATC Tidak Dibayar Selama Shutdown
Meskipun penutupan pemerintahan berlangsung, sekolah lalu lintas udara (ATC) di bawah FAA tetap beroperasi. Namun, hampir 14 ribu pekerja di bagian lalu lintas udara masih bekerja tanpa dibayar hingga penutupan berakhir. Hal ini menyebabkan gangguan dalam lalu lintas udara di AS.
Presiden Asosiasi Lalu Lintas Udara Nasional, Nick Daniels, mengungkapkan kekhawatiran terhadap situasi ini. Ia menyatakan bahwa banyak pekerja harus mencari sumber pendapatan lain karena tidak menerima gaji selama masa penutupan.
Penutupan Akan Memperburuk Ekonomi dan Menyebabkan Keterlambatan Penerbangan
CEO Asosiasi Perjalanan AS, Geoff Freeman, mengirimkan surat kepada anggota parlemen AS, menuntut tindakan segera karena dampak penutupan sangat buruk bagi ekonomi. Ia menyatakan bahwa semakin lama penutupan berlangsung, semakin parah efeknya terhadap proses masuk ke AS, keterlambatan penerbangan, pembatalan penerbangan, serta ketidakteraturan di taman nasional.
Namun, turis dari luar negeri maupun dalam negeri tetap dapat terbang di wilayah AS. Mereka juga dapat menggunakan fasilitas bandara tanpa mengalami kendala selama penutupan.
Industri Penerbangan AS Akan Mendapat Tekanan Besar
Organisasi perdagangan Airlines for America menyatakan bahwa industri penerbangan AS akan menghadapi tekanan besar akibat penutupan ini. Penutupan terjadi pada masa kritis, saat FAA sedang merencanakan rekrutmen staf di ATC.
Dilansir dari Aero Time, Air Line Pilots Association (ALPA) mengungkapkan bahwa penutupan ini bisa mengancam stabilitas sistem keselamatan penerbangan terbaik di dunia. Sistem penerbangan AS dikenal mampu melayani 2,9 juta penumpang dan 59 ribu ton kargo setiap hari.
“Setiap keberangkatan dan kedatangan pesawat bergantung pada kolaborasi di seluruh industri. Pilot kami bergantung pada rekan di FAA, terutama ATC yang bekerja dengan penuh dedikasi dan sangat keras untuk membantu dalam mengarahkan pesawat di udara,” ujar ALPA.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.