Kinerja Industri Jasa Keuangan di Jawa Barat Tahun 2025
Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja yang stabil dan tumbuh positif hingga Juli 2025, meskipun terdapat perlambatan di sejumlah sektor. Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat (KOBD) menilai perkembangan perbankan, pasar modal, hingga pembiayaan di wilayah ini masih terjaga dengan baik dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyatakan bahwa sektor perbankan di Jawa Barat masih menunjukkan performa yang sehat. \”Pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, dan kredit perbankan di Jawa Barat terus bergerak positif. Meskipun ada tantangan di beberapa sektor, fundamental industri jasa keuangan kita tetap terjaga,\” ujarnya saat Media Update 2025 di Bandung, Senin (29/9/2025).
Hingga Juli 2025, total aset perbankan di Jawa Barat tercatat tumbuh 1,78 persen, dana pihak ketiga (DPK) naik 4,39 persen, dan penyaluran kredit meningkat 2,79 persen secara tahunan. Tingkat risiko kredit yang diukur melalui Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 3,58 persen, masih dalam batas aman. Adapun fungsi intermediasi juga terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 90,80 persen.
Secara nasional, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan penyaluran kredit terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Per Juli 2025, nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp655 triliun atau sekitar 7,87 persen dari total kredit nasional. Penyaluran terbesar masih didominasi oleh rumah tangga dengan Rp429,01 triliun, yang tumbuh 6,87 persen year on year. Sementara itu, industri pengolahan mencatat penurunan tipis 0,19 persen menjadi Rp164,03 triliun.
Darwisman mengakui perlambatan kredit terjadi pada beberapa sektor utama. \”Sektor pertanian, kehutanan, perikanan, hingga perdagangan besar dan eceran mengalami kontraksi. Hal ini karena adanya peningkatan risiko kredit. Namun di sisi lain, sektor real estate, konstruksi, dan rumah tangga justru menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi dengan kualitas kredit yang relatif sehat,\” katanya.
Pertumbuhan Perbankan Syariah
Selain itu, peran perbankan syariah juga semakin meningkat di Jawa Barat. Market share aset perbankan syariah mencapai 9,94 persen dengan total Rp102 triliun, sementara porsi kredit syariah menyumbang 10,97 persen atau Rp112 triliun dari keseluruhan. Meski masih didominasi perbankan konvensional, pertumbuhan perbankan syariah di provinsi ini menunjukkan tren positif.
Tidak hanya dari sisi perbankan, penyaluran kredit UMKM di Jawa Barat juga cukup besar, yaitu Rp189,22 triliun atau 12,61 persen dari total nasional. Jawa Barat berada di posisi kedua terbesar setelah Jawa Timur. Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi ini mencapai Rp2,42 triliun dengan 44.326 pelaku usaha penerima manfaat.
Pertumbuhan Pasar Modal
Pertumbuhan juga terlihat pada pasar modal. Jumlah investor yang memiliki Single Investor Identification (SID) di Jawa Barat meningkat 11,52 persen YoY, dengan total lebih dari 3,17 juta investor. Nilai transaksi saham mencapai Rp40,02 triliun, melonjak 84,87 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Edukasi dan Perlindungan Konsumen
Darwisman menambahkan, OJK Jawa Barat tidak hanya fokus pada penguatan industri keuangan, tetapi juga pada edukasi dan perlindungan konsumen. Hingga Agustus 2025, OJK Jabar telah menggelar lebih dari 2.000 kegiatan literasi keuangan dengan melibatkan ratusan ribu peserta. \”Kami ingin memastikan masyarakat Jawa Barat tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga paham risiko dan manfaatnya. Edukasi ini penting agar mereka lebih terlindungi dari praktik keuangan ilegal,\” tegasnya.
Sejalan dengan hal itu, Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Jawa Barat mencatat ada 1.323 laporan terkait dugaan keuangan ilegal sejak awal tahun. Dari jumlah tersebut, 1.123 laporan di antaranya berasal dari praktik pinjaman online ilegal.
Pengembangan Ekonomi Daerah
Tak hanya fokus pada penguatan sektor keuangan, OJK Jabar juga mendukung pengembangan ekonomi daerah. Salah satu program strategis yang tengah dijalankan adalah pengembangan komoditas susu sapi perah di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Subang, Bogor, dan Majalengka. Program ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal dengan target produksi mencapai 305 ribu ton pada 2029.
Harapan Masa Depan
Dengan berbagai capaian tersebut, OJK Jawa Barat optimistis industri jasa keuangan tetap berkontribusi besar bagi perekonomian nasional. \”Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya agar industri jasa keuangan di Jawa Barat tumbuh sehat, inklusif, dan mampu mendukung perekonomian masyarakat,\” pungkas Darwisman.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.