Pesawat Qantas A380 Kembali ke Sydney Setelah 4 Jam Terbang, Apa Penyebabnya?

·

·

Pesawat Qantas A380 Terpaksa Putar Balik Karena Masalah Komunikasi

Pada malam hari tanggal 30 September 2025, pesawat Qantas dengan nomor penerbangan QF63 yang terbang dari Bandara Sydney Kingsford Smith di Australia menuju Johannesburg di Afrika Selatan terpaksa memutarkan arah penerbangannya setelah mengudara selama sekitar empat jam. Pesawat tersebut membawa lebih dari 400 penumpang dan merupakan salah satu pesawat besar yang dikenal sebagai Airbus A380.

Tidak ada laporan tentang panggilan Mayday atau ancaman keselamatan yang dilaporkan oleh awak pesawat saat pesawat kembali ke bandara asalnya. Setibanya di Sydney, tim teknik segera melakukan pemeriksaan pada mesin pesawat untuk memastikan apakah ada kerusakan yang serius.

Sebagai bentuk kompensasi atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang, sebanyak 410 penumpang diberikan akomodasi hotel. Selain itu, maskapai juga menyiapkan pesawat lainnya agar para penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke Johannesburg pada hari berikutnya.

Penyebab Pesawat Qantas Terpaksa Putar Balik

Menurut pernyataan juru bicara Qantas, pilot pesawat terpaksa memutarkan arah karena adanya kesalahan dalam sistem komunikasi satelit. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan, mengingat komunikasi satelit tidak berfungsi dengan baik. Sistem ini sangat penting untuk penerbangan jarak jauh, terutama ketika pesawat melintasi Samudra Selatan, yang tidak memiliki jangkauan radar atau jalur komunikasi konvensional.

Sistem komunikasi satelit memungkinkan awak pesawat tetap terhubung dengan kontrol lalu lintas udara dan pusat operasi maskapai selama penerbangan. Jika sistem ini rusak, maka maskapai penerbangan akan kesulitan untuk beroperasi secara aman saat melintasi wilayah lautan yang luas.

Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya sistem komunikasi satelit dalam penerbangan modern. Meskipun pesawat secara mekanis dalam kondisi baik, tanpa sistem komunikasi yang andal, penerbangan bisa menjadi sangat berisiko.

Riwayat Penerbangan Serupa

Kendala yang dialami oleh pesawat QF63 bukanlah pertama kalinya terjadi. Pada 25 Desember 2024, insiden serupa juga terjadi. Saat itu, pesawat QF63 terbang dari Sydney pada pukul 23.18 UTC. Pesawat yang dioperasikan oleh Airbus A380-842 dengan registrasi VH-OQG, merupakan salah satu unit terlama dalam armada Qantas.

Pesawat ini ditenagai oleh empat mesin Rolls-Royce Trent 900 dan telah digunakan sejak 2009. Saat mengudara di dekat pesisir Antartika, pesawat mengalami masalah mekanis. Akibatnya, awak pesawat memutuskan untuk kembali ke bandara setelah hampir lima jam di udara.

Keputusan ini diambil sesuai dengan prosedur keselamatan yang sudah ditetapkan. Awak pesawat kemudian berkoordinasi dengan otoritas Bandara Sydney yang telah disiagakan jika terjadi keadaan darurat. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Sydney pada 26 Desember 2024 pukul 08.32 UTC.

Kesimpulan

Insiden pesawat Qantas QF63 menunjukkan betapa pentingnya sistem komunikasi dalam penerbangan jarak jauh. Meskipun pesawat dalam kondisi baik, tanpa komunikasi yang andal, penerbangan bisa menjadi sangat berisiko. Maskapai penerbangan seperti Qantas terus meningkatkan standar keselamatan dan prosedur untuk memastikan keamanan penumpang. Dengan pengalaman masa lalu, mereka terus belajar dan memperbaiki sistem agar insiden serupa dapat diminimalkan.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »