Momen Dramatis dalam Kemenangan Portugal atas Irlandia
Di menit ke-91, saat harapan mulai memudar dan tribun hampir menyerah, Francisco Trincão mengirim umpan silang dari sisi kanan. Bola itu melayang sempurna, menyusuri udara dingin Estadio José Alvalade — dan di antara kerumunan tubuh yang berduel di kotak penalti, Ruben Neves melompat paling tinggi. Satu tandukan keras, bola mengarah ke pojok kanan atas gawang. Caoimhin Kelleher yang malam itu tampil heroik akhirnya tak berdaya. Gol!
Stadion bergemuruh. Neves berlari dengan kepalan tangan, sementara Cristiano Ronaldo menepuk dadanya, menatap langit dengan senyum lega. Itulah momen yang menyelamatkan Portugal dari malam tanpa cahaya.
Selecao das Quinas menang tipis 1-0 atas Republik Irlandia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup F, Minggu 12 Oktober 2025 dini hari WIB, di Estadio Jose Alvalade, Lisbon.
Tensi Awal di Kota Lisbon
Dari peluit pertama, aroma dominasi Portugal langsung terasa. Ronaldo — masih menjadi pusat semesta dalam skuad Fernando Santos — nyaris membuka keunggulan di menit ke-17. Sepakan kerasnya menghantam tiang gawang, membuat tribun menahan napas seolah waktu berhenti sejenak.
Serangan Portugal mengalir deras. Bruno Fernandes, Vitinha, dan Bernardo Silva bergantian menusuk jantung pertahanan Irlandia.
Peluang emas datang di menit ke-41 saat Fernandes mengirim umpan lambung ke kepala Gonçalo Inácio, tapi Kelleher — kiper muda yang bermain untuk Liverpool — menepis bola dengan refleks luar biasa.
Tiga menit berselang, tembakan Fernandes dari jarak dekat juga berhasil diamankan sang kiper.
Babak pertama berakhir tanpa gol, namun Portugal tampil dominan. Irlandia seperti bertahan di bawah bayang-bayang badai.
Ronaldo Gagal Penalti, Kelleher Jadi Dinding
Babak kedua dimulai dengan tekanan yang tak berkurang sedikit pun. Ruben Neves mencoba dari jarak jauh, Vitinha menembak keras dari luar kotak penalti — keduanya masih bisa dibendung Kelleher, yang tampil bak tembok hidup.
Menit ke-73, drama besar terjadi. Portugal mendapat hadiah penalti setelah Dara O’Shea dianggap handball di kotak terlarang.
Ronaldo maju sebagai eksekutor. Stadion terdiam — hanya suara jantung ribuan suporter yang terdengar berdetak bersamaan. Tendangan dilepaskan… dan Kelleher menepisnya!
Ronaldo menunduk, menatap tanah. Bola pantul yang seharusnya bisa jadi gol juga gagal dimanfaatkan.
Lisbon sempat murung. Wajah Ronaldo disorot kamera, matanya seolah menyimpan amarah yang ditelan sendiri. Namun pertandingan belum berakhir.
Gol Penebus dari Ruben Neves
Waktu terus berjalan menuju menit ke-90, papan skor masih beku di angka 0-0. Saat sebagian penonton mulai meninggalkan tempat duduk, datanglah momen magis itu.
Trincao yang baru masuk di menit ke-62 menggantikan Diogo Dalot mengirim umpan silang sempurna. Neves, yang malam itu berlari tanpa henti di lini tengah, menanduk bola sebersih mungkin.
Gawang Irlandia akhirnya koyak — dan seluruh stadion meledak. Portugal menang 1-0.
Bukan kemenangan besar, tapi penuh arti. Mereka kini mengoleksi sembilan poin dari tiga laga, unggul lima poin dari Hungaria di posisi kedua. Armenia dan Republik Irlandia menyusul di peringkat ketiga dan keempat dengan tiga dan satu poin.
Susunan Pemain
Portugal
Diogo Costa; Diogo Dalot (Trincão 62\’), Rúben Dias, Gonçalo Inácio (Veiga 46\’), Nuno Mendes; Ruben Neves, Vitinha (Semedo 61\’); Pedro Neto (Rafael Leão 61\’), Bruno Fernandes (Ramos 86\’), Bernardo Silva; Cristiano Ronaldo.
Republik Irlandia
Caoimhin Kelleher; O\’Brien, Collins, Dara O\’Shea, Seamus Coleman (Egan 86\’); Cullen, Molumby, Manning; Ebosele (Johnston 64\’), Ogbene (Smallbone 77\’), Ferguson (Parrott 78\’).
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Ini tentang keteguhan sebuah tim yang tetap mencari jalan di tengah tekanan.
Ronaldo mungkin gagal dari titik putih, tapi ia tetap pemimpin di lapangan — memberi tepukan dan dorongan bagi rekan-rekannya untuk terus berlari.
Ruben Neves pun menunjukkan bahwa generasi penerus Portugal telah siap mengambil tanggung jawab besar di panggung dunia.
Di malam yang dingin di Lisbon, satu sundulan mengubah cerita. Selecao das Quinas tetap sempurna, dan langkah menuju Piala Dunia 2026 terus terjaga.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.