Pelatih Timnas Oman Menyesali Kekalahan dari Uni Emirat Arab
Pelatih tim nasional Oman, Carlos Queiroz, menyatakan bahwa pasukannya tidak layak kalah dari Uni Emirat Arab dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia mengungkapkan penyesalan setelah kekalahan Oman di Grup A, yang terjadi pada Sabtu (11/10/2025). Dalam laga tersebut, Al Ahmar (Si Merah) kalah dengan skor 1-2 dari Al Abyad (Si Putih).
Pada babak pertama, timnas Oman mampu unggul cepat melalui gol bunuh diri pemain lawan, Kouame Autonne (12\’). Namun, saat memasuki menit-menit krusial, UEA berhasil membalikkan situasi dengan dua gol dari pemain naturalisasi, yaitu Marcus Meloni (76\’) dan Caio Lucas (83\’). Hasil ini memastikan kemenangan comeback bagi UEA di Stadion Jassim bin Hamad, Doha.
Queiroz mengecam kegagalan skuadnya dalam mempertahankan keunggulan. Ia menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan kondisi kebugaran pemain yang tidak sepenuhnya siap untuk bermain dalam jangka waktu panjang. Selain itu, ia juga menyentuh isu kontroversi jadwal yang harus dijalani oleh timnas Oman. Seperti yang dialami oleh timnas Indonesia, Queiroz meyakini bahwa Oman menjadi korban dari kepentingan tuan rumah, Qatar, dan Arab Saudi sebagai penyelenggara ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
Oman dan Indonesia menjalani dua pertandingan hanya dalam interval tiga hari. Tantangan ini belum termasuk kontroversi yang terjadi akibat keputusan wasit di lapangan. \”Banyak pemain kami tidak siap untuk bermain, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, kami melawan semua hal di sini,\” ujar Queiroz kepada Dubai TV.
\”Kami melawan semua orang, melawan peraturan, ini bukan fair play. Namun, apa yang bisa kami lakukan? Saya akan langsung kepada hal utama.\”
\”Saya sangat bangga kepada para pemain saya. Mereka tampil fantastis. Ketika mereka kelelahan, saya mencoba untuk melakukan pergantian pemain karena mustahil memberi tempat bagi semua orang,\” tambahnya.
Meski begitu, Queiroz tetap adil dalam menilai kekurangan dari pasukannya sendiri. \”Kami memiliki tiga kesempatan untuk cetak gol dan kami melewatkannya,\” tambah mantan tangan kanan Sir Alex Ferguson. \”Hal itu natural, tapi jika Anda melewatkan kesempatan terbuka seperti ini, mustahil untuk menang.\”
\”Saya pikir secara umum, kami tidak pantas untuk kalah. Saya mengucapkan selamat kepada Uni Emirat Arab atas kemenangannya. Saya meminta fan Oman untuk merasa bangga atas apa yang sudah kami capai meskipun menghadapi semua tantangan ini,\” ujar pria Portugal berusia 72 tahun tersebut.
Meskipun sama-sama kalah, timnas Oman masih memiliki harapan ketimbang Indonesia, yang sudah dipastikan gugur. Kendati tipis, Al Ahmar tetap berpeluang merebut jatah runner-up grup untuk melanjutkan perjuangan ke play-off.
Bermodalkan satu angka dari hasil seri melawan Qatar di partai pertama, Oman harus mendukung UEA mengalahkan tuan rumah dengan selisih minimal dua gol, Selasa (14/10/2025).


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.