Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Petani Lebih Diperhatikan

·

·

Isu Ketahanan Pangan Kembali Menjadi Perhatian Utama

Isu ketahanan pangan kembali menjadi perhatian utama dalam pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Di tengah upaya menuju kedaulatan pangan nasional, berbagai langkah yang diambil oleh pemerintah mulai menunjukkan arah yang lebih konkret. Hal ini diungkap dalam diskusi publik bertajuk \”1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?\” yang digelar oleh Lembaga Survei KedaiKOPI di Jakarta Pusat.

Analis komunikasi politik dan Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio mengatakan bahwa ketahanan pangan kini menjadi fokus utama Prabowo. Namun, ia mengkritisi aspek komunikasi pemerintah yang belum merata menyasar semua kalangan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa isu ketahanan pangan menarik karena menjadi fokus Presiden dalam membawa Indonesia menuju kedaulatan pangan.

“Komunikasi pangan itu jarang menyentuh kelas menengah. Repotnya si kelas menengah ini, dia satu menguasai media komunikasi, dua dia jarang di-touch oleh pemerintah,” ujar Hendri. Ia juga menyoroti fenomena kelas menengah yang belakangan dikesampingkan oleh pemerintah.

“Pemerintah ini banyak mengurus kelas bawah. Sehingga yang kelas menengah ini nanti, itu kita tunggu kapan. Tapi masalahnya, jika kelas menengah lama-lama tidak ditangani makin lama akan membuat pemerintah pusing,” tutur dia.

Hasil Survei Mengenai Kepuasan Terhadap Sektor Pertanian

Dalam diskusi tersebut, Peneliti Litbang Harian Kompas, Budiawan Sidik Arifianto menyebutkan bahwa berdasarkan hasil survei, publik memiliki persepsi positif terhadap kinerja sektor pertanian selama setahun terakhir.

“Kepuasan mereka terhadap kinerja pertanian ini relatif sangat tinggi ya, sekitar 71 persen. Masyarakat masih menyambutnya secara positif,” jelas Budiawan. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat percaya menaikkan harga gabah kering panen (GKP) akan berdampak positif bagi petani.

“Masyarakat yakin sebanyak 77 persen bahwa menaikkan harga GKP dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Swasembada Pangan Belum Merata di Semua Komoditas

Sementara itu, ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati mengatakan bahwa swasembada pangan Indonesia belum merata di semua sektor. Ia menjelaskan bahwa target swasembada yang telah tercapai adalah beras, meskipun masih ada impor. Namun, yang belum dan masih menjadi masalah adalah kedelai dan gula.

“Secara luas sebetulnya, kalau kita fokus swasembada pangan, masih terhadap pertanian, bukan peternakan dan perkebunan,” lanjut Ninasapti.

Pendekatan Pemerintah Terhadap Petani Semakin Nyata

Lebih lanjut, Pakar pangan dari Universitas Andalas, M Makky menilai pendekatan pemerintah terhadap petani jauh lebih nyata di era Presiden Prabowo. Ia menyoroti keaktifan penyuluh pertanian sebagai bukti keseriusan negara.

“Pemerintah perhatiannya besar sekali. Penyuluh pertanian sekarang sudah aktif dan siaga di lahan-lahan. Itu bukti nyata bahwa perhatian terhadap petani semakin meningkat,” ucap Makky. Menurutnya, pendekatan semacam ini penting untuk membangun ketahanan pangan dari akar rumput, bukan hanya dari balik meja kebijakan.






Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »