Respons Menteri Keuangan terhadap Rencana Pembangunan Kembali Ponpes Al Khoziny
Sebuah isu yang menarik perhatian publik adalah rencana pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengalami keruntuhan. Dalam hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons terkait kabar tersebut.
Purbaya mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia belum menerima laporan resmi mengenai rencana pembangunan kembali pesantren tersebut. Ia bahkan baru mengetahui informasi tersebut melalui berita yang dibacanya di media. Hal ini disampaikan olehnya dalam sebuah acara Media Gathering di Bogor, Jawa Barat.
\”Untuk pondok pesantren (dibangun pakai APBN) saya belum terima, saya baru baca di media saja,\” ujar Purbaya. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pihak yang mengajukan proposal kepada dirinya mengenai rencana pembangunan kembali gedung ponpes tersebut.
Ia menjelaskan bahwa akan menunggu proposal yang diajukan oleh pihak terkait. \”Saya belum tahu siapa yang propose, seperti apa proposalnya saya belum tahu. Kita akan tunggu seperti apa proposalnya,\” tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah memang memiliki rencana untuk melakukan pembangunan ulang terhadap gedung Ponpes Al Khoziny menggunakan anggaran APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa rencana ini akan dilakukan dengan sumber dana APBN.
\”Insya Allah cuman dari APBN ya,\” kata Dody dalam sebuah wawancara di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, dikutip pada Kamis (9/10).
Namun, Dody tidak menutup kemungkinan bahwa pembangunan kembali ponpes yang ambruk dan menewaskan 67 orang tersebut bisa dilakukan dengan menggandeng bantuan dari pihak swasta. Ia menjelaskan bahwa jika ada bantuan dari sektor swasta, pihaknya akan menerimanya.
\”Tidak menuntut kemudian, nanti kalau ada bantuan dari swasta, kita pasti akan lakukan. Cuma sementara waktu dari APBN,\” imbuhnya.
Selain itu, Dody juga menyebut bahwa sebenarnya pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny bisa menggunakan alokasi anggaran yang ada di Kementerian Agama. Namun, ia menekankan bahwa insiden keruntuhan ponpes tersebut masuk dalam kategori darurat nasional. Oleh karena itu, pembiayaan dapat diambil dari alokasi anggaran Kementerian PU.
\”Cuma kan ini kondisi darurat, yang di Sidoarjo pasti kita yang masuk,\” pungkas Dody.
Penutup
Rencana pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny menjadi topik yang sangat penting, mengingat dampaknya terhadap masyarakat dan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kondisi bangunan yang rusak. Meskipun saat ini masih dalam proses pengajuan proposal, pemerintah tetap berkomitmen untuk menangani situasi darurat ini secara cepat dan efektif. Dengan adanya partisipasi dari berbagai pihak, termasuk swasta, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.