Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem di Buleleng
Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan ekstrem di Kecamatan Tejakula, Buleleng. Peringatan ini muncul setelah wilayah tersebut tidak mengalami hujan selama lebih dari 60 hari berdasarkan pengamatan terbaru pada Jumat (10/10).
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Ar Roniri, wilayah Kecamatan Tejakula masuk dalam status awas kekeringan. Hal ini disebabkan oleh prakiraan probabilitas curah hujan yang kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang di atas 70 persen. Selain itu, nilai indeks curah hujan mencapai minus 2.
\”Wilayah Tejakula diperkirakan mengalami kekeringan meteorologis, yakni kondisi kering pada waktu periode tertentu yang disebabkan karena berkurangnya curah hujan dan atau musim kemarau yang panjang,\” ujarnya.
Selain Kecamatan Tejakula, ada wilayah lain yang memasuki kategori siaga kekeringan, yaitu Kecamatan Kubu di Kabupaten Karangasem. Wilayah dengan kategori siaga kekeringan menandakan prakiraan probabilitas curah hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang di atas 70 persen dan nilai indeks curah hujan antara minus 1,50 hingga minus 1,99.
Stasiun Klimatologi Bali memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah di Bali akan memasuki musim hujan pada Desember 2025, termasuk Buleleng dan Karangasem. Sebelum masa musim hujan tiba, akan didahului oleh hujan ringan sampai sedang sebagai pertanda awal musim hujan.
\”Sebelum masuk musim hujan tentu akan didahului dengan hujan ringan sampai sedang sebagai pertanda akan masuk musim hujan,\” tutur Aminudin Ar Roniri.
BMKG sebelumnya memperkirakan bahwa puncak musim hujan di Bali akan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Dari 20 zona musim di Bali, sebanyak 55 persen memasuki puncak musim hujan pada Februari 2026. Sementara sisanya, yaitu 45 persen atau sembilan zona musim, akan memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026.
Faktor Penyebab Kekeringan
Kekeringan ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Bali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim dan pola curah hujan yang tidak menentu. Pemantauan oleh BMKG menunjukkan bahwa curah hujan yang rendah dalam jangka waktu lama dapat memicu kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan ekosistem lokal.
Selain itu, kekeringan juga bisa memengaruhi aktivitas masyarakat sekitar, terutama para petani yang bergantung pada curah hujan untuk tanaman mereka. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan, seperti pengelolaan air secara efisien dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Tindakan Mitigasi dan Persiapan
Dalam rangka menghadapi potensi kekeringan, pihak BMKG merekomendasikan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan persiapan dini. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
- Menyimpan air dalam jumlah cukup untuk kebutuhan harian.
- Membuat sistem irigasi yang efisien untuk mengurangi pemborosan air.
- Melakukan pengawasan terhadap ketersediaan air di daerah-daerah yang rentan kekeringan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG. Dengan begitu, mereka dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi.
Peran BMKG dalam Pengawasan Iklim
Stasiun Klimatologi Bali memiliki peran penting dalam memantau dan memberikan informasi tentang kondisi iklim di wilayah Bali. Data yang dikumpulkan oleh BMKG digunakan untuk memprediksi perubahan iklim, seperti kekeringan, banjir, atau angin kencang. Informasi ini sangat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam merencanakan tindakan pencegahan dan mitigasi.
Selain itu, BMKG juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa semua pihak mendapatkan informasi yang akurat dan up-to-date. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan responsif terhadap ancaman iklim yang mungkin terjadi.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.