Kasus Glamping Maut di Kabupaten Solok, Sumatera Barat
Kasus tewasnya Cindy Desta Nanda (28) yang terjadi di area glamping di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Rabu (8/10), terus menjadi perhatian publik. Ia adalah istri dari Gilang Kurniawan (28), yang baru saja menikah beberapa hari sebelum kejadian. Pasangan muda ini bermaksud menikmati bulan madu di wisata glamping tersebut, namun justru berujung tragis.
Cindy ditemukan meninggal dunia, sementara Gilang ditemukan tidak sadarkan diri dan mengalami keracunan karbon monoksida. Kejadian ini memicu pertanyaan tentang keselamatan dan kelayakan lokasi glamping yang menjadi tempat rekreasi tersebut.
Glamping Belum Berizin dan Belum Layak Beroperasi
Pemerintah Kabupaten Solok telah memastikan bahwa glamping yang bernama Lakeside belum memiliki izin operasional lengkap. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Kabupaten Solok, Aliber Mulyadi, menjelaskan bahwa pengelola hanya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang didaftarkan melalui sistem OSS, tetapi belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), izin operasional, dan dokumen kesesuaian ruang.
“Untuk izin-izin lainnya, Lakeside tidak memiliki,” ujar Aliber saat dihubungi. Ia menambahkan bahwa izin-izin seperti IMB, izin operasional, serta pemanfaatan ruang atau kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) belum dimiliki oleh pengelola.
Menurut Aliber, dengan izin-izin yang belum lengkap, Lakeside sebenarnya belum bisa beroperasi secara resmi. Pemerintah daerah kini sedang meninjau ulang seluruh proses perizinan, termasuk memastikan bahwa setiap tempat wisata yang beroperasi di kawasan Danau Diateh memiliki izin lengkap sebelum dibuka untuk umum.
DPRD Sudah Mengeluarkan Rekomendasi Penertiban
Sebelum insiden terjadi, DPRD Kabupaten Solok telah mengeluarkan rekomendasi agar tempat glamping di kawasan Danau Diateh ditertibkan. Rekomendasi ini muncul dalam rapat paripurna sekitar satu bulan sebelum kejadian.
Anggota DPRD Solok dari fraksi Gerindra, Hafni Hafiz, menjelaskan bahwa panitia khusus (Pansus) telah menyoroti pembangunan yang dilakukan di atas area perairan dan dugaan pelanggaran tata ruang. Berdasarkan hasil kajian, DPRD meminta pemerintah daerah menindaklanjuti dengan langkah tegas karena dinilai tidak memenuhi ketentuan izin.
“Pansus ada 13 anggota dewan dari berbagai fraksi. Ini pengawasan untuk orang yang mereklamasi danau maupun pembangunan di sempadan danau,” ujarnya. Hafni menegaskan bahwa pansus dalam rapat paripurna telah meminta agar dilakukan penertiban terhadap bangunan yang ada di sempadan Danau Diateh.
Rekomendasi tersebut ditujukan agar pengawasan terhadap aktivitas pariwisata di kawasan danau diperketat, terutama yang bersinggungan dengan area konservasi atau perairan umum. Namun hingga kejadian berlangsung, proses penertiban belum dilakukan.
Duka Keluarga Korban
Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Gilang Kurniawan sempat hadir di pemakaman istrinya setelah kondisinya mulai membaik. Videonya beredar di media sosial, terlihat Gilang dengan selang masih terpasang dan tabung oksigen didorong, ia tertatih.
Gilang dipegangi oleh dua orang. Sedangkan tabung oksigen didorong dari belakang. Keluarga membeberkan diagnosa awal yang dialami Gilang. “Diagnosanya keracunan karbon monoksida. Ini hasil tim medis dari RSUD Arosoka. Hasil di SPH juga sama,” ujar kakak Gilang yang meminta namanya tidak ditulis.
Si kakak menduga, karbon monoksida itu bagian dari gas yang digunakan untuk water heater. Lalu gas itu diduga berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram berada di bawah dekat kloset. “Memang di kamar mandi seperti itu, tidak ada ventilasi, water heater dan tabung gas di dalam,” ungkapnya.
Keluarga berharap penyelidikan dapat berjalan transparan dan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Kronologi Singkat Peristiwa Glamping \’Maut\’
Peristiwa disebut terjadi pada Rabu malam (8/10) di salah satu unit glamping Lakeside, di Nagari Alahan Panjang. Pasangan suami istri, Gilang Kurniawan (28) dan Cindy Desta Nanda (28), diketahui baru menikah beberapa hari sebelumnya dan sedang berbulan madu di lokasi tersebut.
Keesokan paginya, petugas penginapan menemukan keduanya tidak sadarkan diri di kamar mandi. Cindy dinyatakan meninggal dunia di puskesmas terdekat, sementara Gilang sempat kritis dan dirawat di rumah sakit di Padang. Hasil awal pemeriksaan menunjukkan dugaan kuat bahwa keduanya terpapar gas dari alat pemanas air (water heater), namun kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.