Kasus Pembunuhan Dina Oktaviani: Pengakuan Heryanto dan Peran Dua Temannya
Kasus pembunuhan Dina Oktaviani (21) kini menjadi perhatian publik. Dina, seorang perempuan muda yang bekerja di sebuah toko, ditemukan tewas setelah dibunuh oleh Heryanto, rekan kerjanya sekaligus kepala toko. Mayatnya ditemukan di aliran Sungai Citarum, yang menjadi lokasi pembuangan jasad korban.
Menurut informasi yang diperoleh, Heryanto tidak bekerja sendirian dalam aksinya. Dua orang lain yang diduga membantu dirinya adalah Otoy dan Robi. Keduanya merupakan warga Desa Wanawali, Purwarkata, dengan usia di atas 20 tahun. Mereka telah diamankan oleh aparat kepolisian dan kini berada di Polres Karawang.
Kepala Desa Wanawali, Wahyudin, mengungkapkan bahwa Otoy dan Robi diduga terlibat karena peran mereka dalam membuang jasad Dina Oktaviani ke aliran Sungai Citarum. Ia menjelaskan bahwa kedua warga tersebut hanya diminta tolong oleh Heryanto untuk mengantarkan pergi setelah peristiwa terjadi. Mereka tidak mengetahui maksud dan tujuan dari tindakan Heryanto tersebut.
Pengakuan Heryanto juga menyatakan bahwa kedua temannya itu tidak mengetahui isi kardus yang dibawa. Menurutnya, jasad Dina dimasukkan ke dalam kardus dan dililit lakban sebelum dibuang ke sungai. Ia mengaku membawa jasad korban sendiri menggunakan mobil rental, karena tubuh korban tergolong ringan.
Namun, saat membuang jasad Dina, Heryanto mengaku dibantu oleh Otoy dan Robi. Mereka bertiga melakukan aksi tersebut di dekat kampus tempat Heryanto pernah kuliah. Selain itu, Heryanto juga mengakui bahwa ia membohongi kedua temannya tersebut. Ia menitipkan handphone Dina ke Otoy dengan alasan bahwa ponsel itu miliknya sendiri.
Heryanto mengaku bahwa Otoy tidak curiga sama sekali. Ia memberi alasan bahwa ia memiliki dua handphone dan menitipkannya ke Otoy. Setelah itu, Otoy tidak banyak bertanya dan percaya pada penjelasan Heryanto. Selain itu, Heryanto juga memberikan imbalan uang kepada Otoy dan Robi sebesar Rp 50 ribu masing-masing.
Selain handphone, Heryanto juga menitipkan motor milik Dina ke Otoy. Ia membohongi Otoy dengan alasan bahwa motor tersebut adalah motor bekas yang dibeli dari leasing. Heryanto mengaku bahwa motor tersebut disimpan sementara di rumah Otoy.
Dari pengakuan Heryanto, diketahui bahwa ia telah menjebak dua temannya dalam kasus pembuangan jasad Dina. Meskipun tidak curiga, Otoy dan Robi merasa takut karena mendengar alibi yang diberikan oleh Heryanto. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang terlibat dalam aksi kejahatan yang sangat berat.
Polisi masih mendalami peran dan unsur kesengajaan dari kedua teman Heryanto tersebut. Selain itu, motif pembunuhan juga sedang diteliti. Diduga, kasus ini terkait dengan masalah ekonomi.
Detail Kasus Pembunuhan Dina Oktaviani
- Jasad Dibuang Berjamaah: Jasad Dina Oktaviani ditemukan setelah dibuang oleh pelaku utama, Heryanto (27), dan teman-temannya dari Jembatan Merah Bendungan Jatiluhur, Purwakarta.
- Modus Pembuangan yang Keji: Jasad korban dimasukkan ke dalam kardus besar lalu dililit lakban sebelum dibuang ke Sungai Citarum pada Minggu (5/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.
- Lokasi Sudah Direncanakan: Titik pembuangan dipilih Heryanto karena sepi, jauh dari keramaian, dan memiliki arus sungai yang deras, menandakan pembuangan telah direncanakan matang.
- Hanyut 20 KM: Jasad Dina hanyut sejauh 20 kilometer sebelum ditemukan mengambang di wilayah Karawang dua hari kemudian.
- Ditemukan Bukti Rencana Penghilangan Jejak: Dalam olah TKP di rumah Heryanto (Cibatu), polisi menemukan barang bukti kejahatan dan upaya penghilangan jejak, termasuk:
- Sisa pembakaran sandal milik korban.
- Lakban dan tali yang digunakan untuk membungkus jasad.
- Golok dan gunting.
Motif dan Keterlibatan Teman Didalami
Selain mengamankan aset curian korban (motor, mobil, dua ponsel), polisi kini fokus mendalami motif pembunuhan (diduga karena ekonomi) serta peran dan unsur kesengajaan teman-teman pelaku yang ikut membantu membuang mayat.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.