Merek teh lokal sering kali menjadi pilihan utama dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan kopi yang lebih populer di pagi hari, teh memiliki peran penting dalam berbagai situasi. Baik untuk digunakan dalam keluarga sehari-hari di sore hari atau sebagai hidangan untuk tamu, teh memiliki daya tarik yang unik dan netral. Meskipun saat ini banyak gerai kopi yang bermunculan, teh tetap menjadi minuman favorit bagi banyak orang.
Di rumah, kopi biasanya disajikan pada pagi hari, sementara teh lebih sering diminum di sore hari. Alasannya adalah karena kopi bisa mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu siang. Maka dari itu, teh menjadi alternatif yang lebih cocok.
Salah satu merek teh lokal yang sering dipilih oleh keluarga adalah Teh Tong Tji. Produk ini berasal dari Tegal, daerah yang dikenal memiliki banyak perkebunan teh. Sejarahnya dimulai sejak tahun 1938 ketika Tan See Giam, seorang industriawan rumahan, mendirikan perusahaan ini. Awalnya, Teh Tong Tji menggunakan alat tradisional seperti kompor arang dan panci bambu untuk mencampurkan daun teh secara unik.
Dengan berkembangnya industri, Teh Tong Tji juga mulai memperkenalkan mesin modern untuk meningkatkan produksi. Namun, kualitas dan rasa tetap menjadi prioritas utama. Proses pengolahan daun teh dilakukan dengan hati-hati, sehingga aroma dan rasanya tetap konsisten sepanjang tahun.
Inovasi menjadi kunci keberlanjutan bisnis ini. Teh Tong Tji tidak hanya menyediakan produk dasar seperti teh hijau dan teh hitam, tetapi juga mencampurkan bahan-bahan lokal seperti jahe, serai, dan rempah-rempah khas Indonesia. Hal ini menciptakan kombinasi rasa yang unik dan menarik.
Beberapa produk andalan Teh Tong Tji antara lain:
* Teh Jasmine, berupa teh celup dengan aroma bunga melati yang harum dan rasa lembut.
* Teh Seduh, daun teh yang telah diproses dan siap diseduh, memberikan rasa segar.
* Teh Hijau, jenis teh yang lebih ringan dan cocok diminum setiap hari.
Selain itu, Teh Tong Tji juga menawarkan berbagai variasi seperti teh hitam, lemongrass, teh tarik, teh jahe, chocolate, dan matcha latte. Produknya tersedia dalam tiga bentuk, yaitu teh celup, teh seduh, dan teh instan siap minum (tematik atau teh lima detik).
Pengalaman minum teh sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di keluarga. Mulai dari nenek hingga ibu dan sekarang penulis sendiri, minum teh menjadi bagian dari rutinitas harian. Di rumah, kami lebih suka menggunakan teh seduh karena rasanya yang lebih kaya. Namun, saat sedang buru-buru atau bepergian, kami juga memilih teh celup atau teh tematik.
Sebenarnya, tidak ada hari tanpa minum teh. Yang pertama kali dirasakan adalah aromanya yang harum, kemudian rasanya yang unik. Menurut resep tradisional, teh yang enak harus memiliki ciri-ciri \”wasgitel\”, yaitu wangi, panas, sepet, legi, dan kentel. Rasanya agak pahit (sepet), namun bisa dinetralkan dengan tambahan gula secukupnya. Kekentalan teh juga sangat penting agar rasanya tetap optimal.
Meski saat ini banyak beredar teh dalam kemasan dingin, teh yang baik sebaiknya diminum dalam kondisi panas. Selain itu, teh yang menarik pasti memiliki aroma yang semerbak dan mewangi. Dalam hal rasa, teh seduh memiliki keunggulan, tetapi teh celup dan teh tematik lebih praktis dalam penggunaannya.
Nah, mau memilih yang mana? Tergantung pada preferensi masing-masing pembaca.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.