Justin Hubner Tidak Dimainkan, Komentar di Media Sosial Jadi Sorotan
Ekspresi murung terlihat dari wajah Justin Hubner. Bek berusia 22 tahun itu hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berjuang di lapangan menghadapi Irak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, namanya tidak lagi tercantum dalam daftar susunan pemain (DSP) Timnas Indonesia.
Kebijakan pelatih Patrick Kluivert tersebut menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya karena Hubner adalah salah satu pemain muda paling potensial yang dimiliki Indonesia, tetapi juga karena keputusan itu datang setelah unggahan kontroversial di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan singkat yang kemudian dihapus, Hubner menulis kalimat yang menimbulkan tafsir: “Kita semua setuju siapa yang seharusnya bermain.” Unggahan ini muncul sesaat setelah ia tidak dimainkan sama sekali dalam laga melawan Arab Saudi pada Kamis 9 Oktober 2025. Padahal, Timnas Indonesia kala itu butuh tenaga di lini belakang, sebelum akhirnya kalah dengan skor tipis 2-3 dari tim asuhan Roberto Mancini. Sementara Hubner hanya duduk di bangku cadangan sepanjang 90 menit pertandingan.
Postingan tersebut langsung ramai diperbincangkan warganet dan pengamat sepak bola nasional. Banyak yang menilai unggahan itu sebagai bentuk kekecewaan pribadi, meski ada pula yang menafsirkan sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan di skuad Garuda. Beberapa jam kemudian, unggahan itu menghilang dari Instagram Story, tapi jejak digitalnya sudah terlanjur beredar luas.
Empat laga tanpa menit bermain
Kini, nasib Hubner semakin sulit. Selain tidak dimainkan, pemain Fortuna Sittard itu bahkan tidak masuk daftar 23 pemain dalam laga hidup-mati kontra Irak, Minggu 12 Oktober 2025 dini hari WIB. Artinya, Hubner telah gagal mencatatkan menit bermain dalam empat laga terakhir bersama Timnas Indonesia, meskipun selalu mendapat pemanggilan resmi dari pelatih.
Padahal, secara performa di klub, Hubner tampil cukup konsisten di Eredivisie Belanda. Namun di level timnas, kepercayaan itu belum kunjung datang. Publik pun mulai mempertanyakan arah kebijakan Kluivert — apakah murni teknis, atau ada faktor lain di balik keputusan tersebut.
Daftar Pemain Timnas Indonesia vs Irak
Dalam laga melawan Irak, Kluivert menurunkan formasi 3-4-3 dengan komposisi pemain yang cukup eksperimental. Susunan pemain utama adalah:
Maarten Paes (GK); Rizky Ridho, Jay Idzes (C), Calvin Verdonk; Kevin Diks, Joey Pelupessy, Thom Haye, Dean James; Ricky Kambuaya, Mauro Zijlstra, Eliano Reijnders.
Sementara daftar pemain pengganti meliputi:
Ernando Ari, Nadeo Argawinata, Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, Marc Klok, Stefano Lilipaly, Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Ramadhan Sananta.
Adapun pemain yang dicoret dari daftar pertandingan yakni: Rezy Arya Pratama, Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Justin Hubner, Egy Maulana Vikri, dan Beckham Putra.
Garuda di Tepi Jurang
Situasi makin tegang mengingat pertandingan melawan Irak menjadi penentuan nasib Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Garuda saat ini berada di dasar klasemen Grup B dengan 0 poin dan selisih gol -1, setelah kalah dari Arab Saudi.
Dua gol Kevin Diks dari titik penalti belum cukup menolong Indonesia, karena tim tamu berhasil mencetak tiga gol melalui Mohammed Al Shamat (17’) dan dua gol Firas Al Buraikan (36’, 62’). Dalam laga itu pula, Indonesia sempat unggul jumlah pemain setelah Mohamed Kanno (Arab Saudi) diganjar kartu kuning kedua di menit 90+3. Namun, waktu tersisa tak cukup untuk menyelamatkan poin. Kekalahan itu membuat peluang Indonesia mengecil, meski masih terbuka lewat beberapa skenario matematis.
Skenario Lolos Garuda ke Ronde 5
Setidaknya ada tiga skenario yang bisa membawa Indonesia ke ronde selanjutnya:
- Indonesia & Arab Saudi menang dari Irak → Garuda finis runner-up grup dengan 3 poin dan lolos ke play-off ronde 5.
- Indonesia menang, Arab Saudi kalah dari Irak → Penentuan posisi ditentukan oleh selisih gol, Indonesia wajib menang besar.
- Indonesia imbang, Arab Saudi menang dari Irak → Indonesia bisa finis runner-up jika Irak kalah dengan margin besar.
Semua skenario itu masih membuka peluang, tetapi bergantung pada hasil pertandingan lainnya. Dengan kata lain, laga melawan Irak adalah partai hidup-mati bagi Timnas Indonesia.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.